PAN INGIN TAMPIL SEBAGAI PARTAI PENYEIMBANG

11-05-2009 / LAIN-LAIN
Partai Amanat Nasional (PAN) berjanji ingin menjadi Partai Penyeimbang dari Partai besar lainnya. “Sebenarnya kami ingin membawa PAN menjadi Partai yang memberi warna tersendiri bagi percaturan politik Indonesia,”kata Totok Daryanto dalam Dialektika Demokrasi bertema “Menghitung Peluang Parpol Tengah Jadi Cawapres”, di Press Room Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/5). Dialektika Demokrasi dihadiri oleh Marwan Jakfar (FKB) dan Zulkiflimansyah (FPKS),dan Moderator dari Wartawan DPR. Pada kesempatan tersebut, Totok mengatakan, PAN ingin membawa suasana baru dalam percaturan politik di Indonesia. “Kalau pikiran idealistiknya, mengapa bangsa kita seakan-akan mau dibuat berkubu-kubu. Kalau ribut bener siapa penengahnya. Kira-kira begitulah maunya PAN, kita bermain cantik, ingin membawa politik ke dalam suasana yang baru, nantinya kita ingin menjadi penyeimbangnya,”katanya Totok menjelaskan, demokrasi akan menjadi lebih baik apabila adanya check and balances dan itu harus lebih kuat pada kontrolnya. “Karena ada visi, ada platform yang sekiranya tidak bisa dijalankan oleh sebuah pemerintahan baru misalnya, mungkin posisi PAN ada diseberang sana,”katanya. Menyinggung langkah PAN yang ingin tampil sebagai Partai Penyeimbang, papar Totok, saat ini hasil pemilu sudah keluar dan terlihat akan ada blok-blok. “nantinya karena hitung-hitungannya kursi sudah kita lihat, ada pemerintah, ada satu yang beroposisi dan hal itu memang ada kekuatan yang jumlahnya tidak kecil, tidak besar, menengah dan sekitar 50-an kursi,”terangnya. Totok mengatakan, DPP PAN ingin menampilkan ciri politik tersendiri. Nantinya, PAN akan menjadi partai yang terbuka, dan keberhasilan PAN dalam posisi sekarang akan menjadi pondasi ke depan yang lebih baik. “Karena PAN berhasil membawa partai ini benar-benar ditengah sekarang ini. Diterima oleh seluruh kelompok masyarakat, bisa berkomunikasi dengan baik dengan seluruh kelompok masyarakat,”terangnya. lebih lanjut Totok menjelaskan, kami tidak melihat ada persoalan di tubuh PAN karena selama ini kader PAN mengkhawatiran bahwa kepemimpinan PAN yang sekarang bisa salah arah dalam mengemudikan PAN sehingga membahayakan masa depan PAN. “Hal itu sama sekali tidak ada. Justru kita membangun komunikasi yang baik dengan semua parpol, tinggal bagaimana kedepan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Tapi kami yakin didalam tubuh PAN banyak orang yang bisa diajak berpikir terbuka, lalu kemudian mengedepankan kepentingan jangka panjang daripada kepentingan jangka pendek,”katanya. (sc)
BERITA TERKAIT
Once Bicara RUU Hak Cipta: Musisi Bukan Soal Enggan Bayar Royalti, tapi Cari Keadilan
28-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI Elfonda Mekel, menggarisbawahi bahwa polemik hak cipta dan royalti bukanlah soal keengganan pihak-pihak tertentu...
Melly Goeslaw Desak Perbaikan Tata Kelola Royalti Demi Kesejahteraan Pencipta Lagu
27-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota DPR RI, Melly Goeslaw, sekaligus pencipta lagu menyampaikan desakan agar tata kelola royalti di Indonesia diperbaiki...
Yan Mandenas Desak Aparat Tindak Tegas Tambang Ilegal di Papua
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Papua, Yan Permenas Mandenas, mendesak aparat kepolisian dan TNI segera...
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Dapat Bekingan
26-08-2025 / LAIN-LAIN
PARLEMENTARIA, Manokwari - Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak berdaya menghadapi tambang...